Sebuah pesawat kecil bertabrakan Jumat lalu (26) dengan gedung pencakar langit di kawasan komersial di Beijing, mengakibatkan kematian pilot dan menyebabkan 13 orang lainnya terluka. Perangkat tersebut, model olahraga untuk dua penumpang, menghantam gedung dalam insiden serius.
Kejadian yang menimbulkan dampak besar ini secara resmi dikonfirmasi oleh pemerintah distrik Chaoyang, ibu kota China, Sabtu (27) ini.
Penyebab kematian masih belum diketahui. Beijing mempertahankan kontrol ketat atas wilayah udaranya, dengan pembatasan yang ketat, termasuk larangan penggunaan drone, yang menyoroti pentingnya keamanan di ibu kota. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan terperinci untuk mengklarifikasi apa yang terjadi.
Detail tabrakan yang melibatkan pesawat kecil hingga gedung tertinggi di Beijing
Gambar yang dibagikan secara luas di platform digital pada hari Jumat dan telah diverifikasi keasliannya, menunjukkan saat pesawat kecil tersebut mencapai lokasi konstruksi. Kekuatan guncangannya menghancurkan dua panel kaca, menciptakan bukaan pada struktur luar gedung pencakar langit. Pesawat tersebut, yang digambarkan memiliki proporsi kendaraan biasa, sebagian hancur dan puing-puingnya jatuh ke jalan umum.
Mobilisasi polisi dalam jumlah besar tercatat di wilayah tersebut, dengan beberapa jalan di dekat gedung diblokir untuk lalu lintas mobil. Agen polisi bertindak untuk mencegah penonton merekam gambar kejadian dan menjauhkan pejalan kaki dari area berisiko.
Bangunan yang terkena dampak adalah Menara Citic, juga disebut China Zun, sebuah bangunan megah berlantai 108. Terletak di bagian timur Beijing, di pusat keuangan, gedung ini berfungsi sebagai markas besar konglomerat milik negara Citic Group dan diakui sebagai yang tertinggi di ibu kota Tiongkok.

