WhatsApp meluncurkan alat untuk mengidentifikasi kontak yang tidak biasa dan mencegah penipuan dalam pesan yang dimulai

WhatsApp

WhatsApp - Samuel Boivin / Shutterstock.com

WhatsApp telah menerapkan fitur keamanan baru untuk penggunanya, yang bertujuan untuk melindungi interaksi. Fungsi ini memberikan jeda sepuluh detik dalam berkomunikasi dengan kontak baru, periode penting untuk memverifikasi asal nomor dan menghindari potensi risiko seperti upaya spam atau penipuan.

Dengan penerapannya, pengguna akan mendapat peringatan sebelum melanjutkan pengiriman pesan ke nomor yang belum pernah dihubungi sebelumnya. Mekanisme ini berupaya untuk mendapatkan persetujuan pengirim, memastikan tahap analisis tambahan sebelum interaksi apa pun.

Peringatan ini, seperti dilansir situs teknologi khusus, menginformasikan asal geografis ponsel dan apakah ada grup yang sama dengan pengguna. Jeda singkat inilah yang coba dihindari oleh para penipu, karena menghambat kecepatan tindakan mereka, sehingga memberikan korban waktu untuk menilai situasi. Nilai tambah di sini adalah jeda yang disengaja yang mengganggu taktik urgensi para penjahat, sebuah taktik yang belum dinetralkan secara efektif oleh banyak platform lain.

Fitur baru ini dirilis secara bertahap untuk versi terbaru WhatsApp untuk perangkat Android dan iOS. Namun, penting untuk dicatat bahwa fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan dan mungkin tidak segera tersedia untuk semua perangkat.

Meta, perusahaan induk WhatsApp, memasukkan fungsi ini ke dalam platform perpesanannya. Tujuannya semata-mata untuk memverifikasi keabsahan kontak sebelum memulai obrolan, tanpa ada hubungannya dengan fitur penautan perangkat. Pada bulan Agustus 2025, perusahaan telah mengumumkan pencarian langkah-langkah baru untuk memerangi penipuan, dan penerapan sistem ini mulai terwujud hampir setahun kemudian.

Alasan di balik hadirnya alat keamanan baru

WhatsApp telah menjadi lahan subur bagi berkembangnya penipuan. Penipu sering mengeksploitasi kurangnya kewaspadaan banyak orang. Pesan yang dikirim dari nomor tak dikenal pada awalnya jarang menimbulkan kecurigaan, namun memulai percakapan tanpa tindakan pencegahan dapat mengakibatkan terungkapnya data pribadi dan keuangan.

Dengan pembaruan platform terkini, pemeriksaan awal dilakukan sebelum komunikasi teks diizinkan. Proses ini memeriksa kontak yang disimpan di perangkat pengguna. Jika nomor tersebut tidak dikenal atau berasal dari negara lain, pemberitahuan peringatan langsung ditampilkan di layar. Dalam antarmuka yang sama, pengguna memiliki opsi untuk “Lanjutkan” atau “Batal”.

Dengan cara ini, WhatsApp bermaksud mencegah pengguna memulai percakapan tanpa terlebih dahulu diperingatkan tentang kemungkinan risikonya. Penipu biasanya bertindak tergesa-gesa, tidak memberikan waktu untuk berpikir. Oleh karena itu, Meta menganggap alat ini sebagai mekanisme yang adil bagi orang-orang untuk berpikir lebih baik tentang dengan siapa mereka berkomunikasi, terutama jika mereka bukan kontak biasa.

Panduan tentang cara melanjutkan saat menerima peringatan di WhatsApp

  • Jika peringatan WhatsApp muncul, penting untuk berhenti sejenak untuk membaca detailnya dengan cermat sebelum merespons.
  • Kode negara yang berbeda pada nomor tersebut sudah berfungsi sebagai indikasi untuk berhenti dan memeriksa informasi, menurut para ahli.
  • Jika Anda mengenal orang tersebut, yang terbaik adalah menghubungi melalui cara lain, seperti menelepon nomor telepon yang sudah disimpan.
  • Menanyakan kontak timbal balik mengenai orang atau situasi juga dapat menjadi tindakan pengamanan yang efektif.
  • Jika ada aspek percakapan yang tampak aneh atau mencurigakan, pilihan terbaik adalah mengakhiri obrolan, melindungi informasi pribadi Anda.

Penting untuk dicatat bahwa sistem keamanan tidak sepenuhnya sempurna. Jika, misalnya, penipu sudah tersimpan di daftar kontak Anda karena alasan tertentu, peringatan tidak akan terpicu. Fungsionalitas ini menawarkan lapisan perlindungan tambahan, namun tidak menjamin perlindungan penuh terhadap semua upaya penipuan.

Lihat Juga