Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter melanda Peru dan menyebabkan korban jiwa serta tunawisma di wilayah tengah
Gempa bumi berkekuatan 5,5 SR melanda wilayah tengah Peru pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia, lebih dari dua puluh orang luka-luka, dan sekitar tiga ratus orang kehilangan tempat tinggal, demikian diumumkan otoritas setempat pada Minggu, 19 Juli 2026 ini.
Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru mengklarifikasi bahwa jumlah orang yang hilang masih belum pasti. Tim bantuan terus bekerja di wilayah yang terkena dampak, di mana beberapa bangunan runtuh atau mengalami kerusakan struktural yang parah.
Selengkapnya tentang topik ini: Video gempa 7,7 di Indonesia mengungkap kerusakan dan kepanikan di Asia
Di antara bangunan-bangunan yang dirusak, sebuah gereja dan biara menonjol. Chongo Bajo, sebuah kota pertanian, adalah salah satu kota yang paling terkena dampaknya, dimana penduduknya menghabiskan pagi hari di luar ruangan, terlindungi dengan selimut, setelah terjadi kerusakan parah pada rumah mereka.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merinci, gempa tersebut tercatat pada Sabtu pukul 21.24 waktu Peru. Pusat gempa terdeteksi sekitar 2 kilometer dari kota Sicaya, di provinsi Huancayo, dan pada kedalaman 10 kilometer.
Awalnya, Pusat Seismologi Eropa-Mediterania melaporkan pusat gempa berada sekitar 11 kilometer dari Huancayo dan 190 kilometer dari Lima, ibu kota Peru.
Gempa berkekuatan 5,5 SR tergolong sedang, namun dampak kerusakannya tidak terbatas pada intensitasnya. Faktor-faktor seperti kedalaman pusat gempa, kedekatan dengan wilayah berpenduduk, dan kualitas bangunan sangatlah penting. Gempa bumi yang lebih dangkal, seperti yang terjadi di Peru, cenderung dirasakan lebih kuat di permukaan, sehingga menjelaskan besarnya kerusakan yang ditimbulkan meskipun besarnya besar.
Peru terletak di kawasan yang dikenal dengan Cincin Api Pasifik, kawasan dengan aktivitas tektonik besar dan sering terjadi gempa bumi. Pada tahun 2007, provinsi Pisco yang terletak di wilayah Ica dilanda gempa bumi kuat berkekuatan 7,9 skala Richter yang menyebabkan kematian hampir enam ratus orang.














