Biaya produksi iPhone 18 Pro bisa naik 38% karena krisis memori RAM
Apple mungkin melihat biaya produksi iPhone 18 Pro meningkat sebesar 38%, menurut perkiraan terbaru. Peningkatan signifikan dalam produksi ponsel pintar premium berikutnya dari merek ini dapat menimbulkan beragam konsekuensi, mulai dari kemungkinan pengalihan ke konsumen, dengan rumor yang menyebutkan nilai akhir sebesar US$1.399 (kira-kira R$7.145 pada harga saat ini), hingga keputusan perusahaan untuk menyerap sebagian dari dampak ini, sehingga mengurangi margin keuntungannya. Situasi yang diperkirakan terjadi pada model yang akan diluncurkan pada tahun 2026 ini, sebagai pendorong utamanya adalah krisis memori RAM global, yang mempengaruhi beberapa rantai pasokan di industri teknologi, menurut survei yang dirilis pada 11 Agustus 2026.
Krisis memori RAM global meningkatkan pengeluaran Apple
Baca selengkapnya: Krisis chip RAM meningkatkan biaya produksi iPhone 18 Pro sebesar 38%
Penyebab utama peningkatan produksi iPhone 18 Pro terkait dengan kelangkaan dan akibatnya harga memori RAM meningkat. Analis pasar menunjukkan bahwa krisis ini tidak hanya berdampak pada model premium yang akan datang, namun juga dapat mempengaruhi harga perangkat Apple lainnya. Situasi ini mencerminkan skenario yang lebih luas di pasar teknologi, di mana permintaan komponen untuk server kecerdasan buatan telah mengalihkan pasokan chip yang biasanya memasok produk perangkat keras ke konsumen.
Tim Cook sudah memperingatkan adanya penyesuaian harga di pasar
Meskipun Apple adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang, hingga saat ini, berhasil mempertahankan harga yang relatif stabil di seluruh lini telepon selulernya, CEO Tim Cook telah memperingatkan bahwa penyesuaian di pasar tidak dapat dihindari. Pergerakan spesifik telah diamati pada lini komputer merek tersebut, seperti Mac Mini dan Mac Studio. Kini, perhatian beralih ke iPhone generasi berikutnya, di mana para analis memperkirakan dampak yang lebih langsung terhadap biaya dan, akibatnya, pada harga.
Dalam topik yang sama: Harga iPhone 18 Pro bisa naik hingga US$300, didorong oleh biaya komponen, menurut analisis
Rincian tentang kenaikan biaya produksi
Sebuah studi industri baru-baru ini, yang dirilis oleh penelitian TrendForce, memperkuat skenario kenaikan biaya. Memori RAM, khususnya, sudah mewakili sekitar 34% dari total biaya perakitan perangkat. Jika kekurangan chip saat ini terus berlanjut, persentase ini bisa melebihi 40% dari total nilai produksi ponsel. Proyeksi menunjukkan bahwa biaya dapat melebihi kenaikan 38% pada kuartal fiskal pertama tahun 2027, terutama mengingat kemungkinan peluncuran iPhone 18 standar antara bulan Maret dan Juni tahun depan.
Model lain, termasuk iPhone 17 Pro, mungkin terpengaruh
Untuk memitigasi dampak kenaikan biaya pada iPhone 18 Pro tanpa menaikkan harga akhir model premium secara drastis, Apple mungkin mempertimbangkan untuk “menyebarkan” biaya ini ke generasi produk lainnya. IPhone 17 Pro, misalnya, disebut-sebut sebagai salah satu model yang bisa mengalami penyesuaian selama bulan Agustus, meski hingga saat ini harga yang disarankan di situs Apple belum berubah.
Panorama untuk perangkat Android dan pasar teknologi
Situasi kekurangan RAM tidak hanya terjadi pada produk Apple. Laporan TrendForce yang sama memperingatkan skenario yang lebih rumit untuk model Android dalam beberapa bulan mendatang. Perangkat entry-level dan mid-range, yang umumnya beroperasi dengan margin keuntungan lebih rendah, akan merasakan dampak yang lebih nyata dari kenaikan harga komponen. Prioritas chip untuk server kecerdasan buatan telah menghasilkan efek riak di seluruh sektor teknologi, mempengaruhi segala hal mulai dari komputasi hingga pengembangan video game baru, seperti PlayStation 6 yang akan datang, yang sudah menghadapi penundaan dan peningkatan biaya dalam pengembangannya.















