VNL Wanita 2026: Republik Dominika mengejutkan Jepang yang tak terkalahkan dan mengamankan kemenangan pertamanya di turnamen tersebut
Tim bola voli putri Jepang, yang memiliki rekor sempurna dengan enam kemenangan berturut-turut di Volleyball Nations League (VNL) 2026, mengalami kekalahan pertamanya di turnamen tersebut. Kemunduran tersebut terjadi dalam pertandingan tak terduga melawan Republik Dominika, tim yang hingga saat itu belum pernah memenangkan satu pun dari enam pertandingan sebelumnya di kompetisi tersebut. Laga yang berlaku untuk babak ketiga minggu kedua fase penyisihan ini dimainkan pada hari Sabtu tanggal 20 dan menjadi titik balik bagi kedua tim.
Akhir dari tak terkalahkan: pecahnya dominasi yang diharapkan
Di bawah kepemimpinan pelatih Ferhat Akbaš, di tahun keduanya memimpin tim, tim Jepang telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, meraih kemenangan yang signifikan sejak dimulainya VNL 2026, yang dimulai pada 3 Juni. Sebaliknya, tim Republik Dominika, yang menempati peringkat 12 dunia FIVB, menghadapi rentetan enam kekalahan, yang membuat Jepang menjadi favorit untuk pertandingan tersebut. Pertandingan tersebut mewakili perubahan haluan yang tidak terduga bagi tim Dominika dan memberikan dampak buruk bagi kampanye sempurna Jepang.
Awal dan formasi awal Jepang yang bagus
Pada set pertama, tim Jepang meski mengalami perubahan formasi awal, tetap mengatur kecepatan sejak awal. Susunan pemainnya adalah Yukiko Wada, Yoshino Sato dan Ayane Kitamado di sayap, Haruyo Shimamura dan Nichika Yamada sebagai pemain tengah, Nanami Seki sebagai setter dan Aina Nishizaki di posisi libero. Meskipun keunggulannya hanya mencapai satu poin, Jepang tetap mempertahankan keunggulan dan meningkatkan selisih di akhir, menutup parsial pada 25-17, yang menunjukkan bahwa mereka akan mempertahankan keunggulannya.
Comeback mengejutkan Republik Dominika di set berikut
Skenario berubah drastis sejak set kedua, ketika Republik Dominika lebih dulu memimpin dan mendapatkan momentum. Pertahanan Jepang menunjukkan ketidakstabilan sehingga menyulitkan tim untuk bangkit karena berusaha mengubah jalannya pertandingan dengan masuknya setter Nakagawa Tsukasa dan pemain sayap Akimoto Misora. Penerimaan yang buruk terus menjadi masalah, dan bahkan dengan point guard Shigehara Hinata mencetak poin pertamanya untuk tim nasional, Jepang tidak mampu mengatasi defisit, kehilangan set 20-25.
Pada set ketiga, pelatih Jepang memasukkan Yamaguchi Maki tengah untuk menggantikan Yamada. Set dimulai dengan seimbang, tetapi Dominika kembali memimpin. Pertarungan semakin sengit setelah blok Shimamura menyamakan skor menjadi 13-13. Namun, Jepang kembali menyerah, kalah parsial 26-28 dan berada dalam posisi sulit, tertinggal dua set.
Pertarungan gigih dan hasil pertandingan
Pada set keempat dan menentukan, Jepang memulai pertandingan parsial dengan Nakagawa di lapangan, dalam periode poin bergantian. Di pertengahan set, tim Asia kesulitan membendung serangan lawan sehingga berujung pada kerugian baru. Dalam upaya putus asa untuk tetap bertahan dalam permainan, pergantian pemain baru dilakukan, dengan Sato masuk menggantikan Shigehara dan Wada menggantikan Akimoto. Meski gigih dan sempat menyamakan skor 22-22, Jepang tak mampu menahan tekanan dan kalah pada set 23-25, yang berpuncak pada kekalahan 3 set berbanding 1. Kekuatan ofensif Republik Dominika sangat menentukan dalam mencegah Jepang menghindari hasil tersebut.
Tantangan selanjutnya: konfrontasi melawan orang nomor satu di dunia
Kekalahan pertama di turnamen tersebut menjadi peringatan bagi tim Jepang yang kini menghadapi tantangan lebih besar lagi. Pada pertandingan berikutnya di VNL 2026, yang dijadwalkan pada Minggu tanggal 21 pukul 9 malam, Jepang akan menghadapi Italia, yang saat ini menjadi tim wanita nomor satu di peringkat dunia FIVB.
Hasil pertandingan: Jepang 1 x 3 Republik Dominika
- Set pertama: Jepang 25 x 17 Republik Dominika
- Set ke-2: Jepang 20 x 25 Republik Dominika
- Set ke-3: Jepang 26 x 28 Republik Dominika
- Set ke-4: Jepang 23 x 25 Republik Dominika
















