Perusahaan hubungan masyarakat Poplar Group mengumumkan berakhirnya kemitraannya dengan Trump Mobile, pembuat ponsel Trump Phone T1. Keputusan ini diambil di tengah serangkaian kontroversi yang menyelimuti perangkat tersebut sejak diluncurkan, termasuk kebocoran data pelanggan dan perubahan pada model aslinya.
Chris Walker, salah satu pendiri Poplar Group, meresmikan penghentian pekerjaan dalam pernyataan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan rusaknya kerja sama antara kedua pihak.
Pernyataan tersebut, singkat dan langsung pada intinya, menyatakan: “Kami tidak lagi bekerja dengan Trump Mobile.” Kalimat ini mengakhiri hubungan profesional.
Meskipun Walker tidak merinci alasan perpecahan tersebut, ada spekulasi bahwa informasi menyesatkan tentang Trump Phone memainkan peran penting. Trump Mobile telah meyakinkan Poplar Group bahwa perangkatnya “dengan bangga dibuat di Amerika”, menjadikan ini slogan pemasaran utama produk tersebut.
Penekanan pabrikan terhadap asal usul perangkat tersebut begitu kuat sehingga Chris Walker sendiri, dalam wawancara dengan program USA Today, menyatakan bahwa Trump Phone adalah produk yang seluruhnya diproduksi di Amerika Serikat. Pernyataan ini merupakan inti dari strategi komunikasi awal.
Slogan Trump Mobile kemudian diubah menjadi “dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai Amerika”. Perubahan ini terjadi setelah wawancara Walker dan, yang lebih penting, setelah analisis menyeluruh terhadap Trump Phone oleh iFixit, yang mengungkapkan bahwa itu adalah versi adaptasi dari HTC U24 Pro buatan China.
Pengungkapan ini berdampak negatif terhadap reputasi Trump Mobile dan Chris Walker. Namun, korban utama tampaknya adalah konsumen dan Poplar Group sendiri, yang mempercayai jaminan perusahaan.
Hingga saat ini, Trump Mobile belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian tersebut. Kemungkinan besar perusahaan tersebut sedang mencari atau sudah mendapatkan jasa agen humas baru.

