Polisi Federal menargetkan mantan eksekutif dari Itaú, Santander dan Bradesco dalam fase baru penipuan Americanas

Viatura da Polícia Federal - Divulgação/ PF

Viatura da Polícia Federal - Divulgação/ PF

Polisi Federal (PF) meluncurkan Operasi Pengungkapan tahap kedua pada Kamis pagi ini, dengan fokus pada mantan eksekutif Lojas Americanas, anggota kelompok pengendali dan direktur bank swasta besar di Brasil.

Tujuan penggerebekan polisi adalah untuk memajukan penyelidikan atas ketidakberesan akuntansi yang mengungkap kerugian sekitar R$24 miliar di pengecer tersebut. Nilai tersebut menempatkan kasus ini sebagai salah satu skandal paling signifikan yang pernah tercatat di pasar keuangan nasional.

Investigasi menunjukkan bahwa plot tersebut dirancang dengan tujuan untuk menyembunyikan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya, dengan menggunakan pemalsuan neraca sebagai metodenya.

Temukan nama-nama terkemuka dalam pemandangan Operation Disclosure

    Yang diselidiki antara lain:
  • Carlos Alberto Sicupira, pemegang saham referensi dan pengendali Americanas.
  • Paulo Alberto Lemann, putra pengusaha Jorge Paulo Lemann, yang merupakan anggota dewan direksi perusahaan.
  • Sérgio Rial, mantan presiden Santander dan mantan CEO Americanas.
  • Eduardo Saggioro, mantan anggota dewan rantai ritel.
  • Alexandre Abdo dan André Almeida, keduanya eksekutif di Santander.
  • Carlos Henrique Villela Pedras, eksekutif di Bradesco.
  • Gustavo Balassiano dan José Rudge, yang merupakan eksekutif di Itaú.

Menurut PF, terdapat bukti bahwa pihak-pihak yang terlibat mengetahui sepenuhnya dugaan manipulasi akuntansi yang dilakukan selama bertahun-tahun dan cara pencatatannya dalam laporan keuangan perusahaan.

Secara total, sembilan surat perintah penggeledahan dan penyitaan sedang dilaksanakan oleh agen federal, dengan tindakan termasuk penggeledahan pribadi terhadap properti yang berlokasi di Rio de Janeiro dan São Paulo. Inisiatif ini bekerjasama dengan Kementerian Publik Federal (MPF) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (CVM).

Pengadilan Kriminal Federal ke-10 Rio de Janeiro mengeluarkan perintah penyitaan aset dan jumlah tersangka, mencapai batas R$54 miliar. Menurut informasi dari PF, jumlah ini mewakili proyeksi dugaan penipuan keuangan, seperti yang ditunjukkan oleh laporan para ahli, dan bertujuan untuk memastikan kemungkinan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan.

Rincian investigasi manipulasi akuntansi di Americanas

Survei menunjukkan bahwa dugaan penipuan dalam pencatatan akuntansi dilakukan dalam jangka waktu yang lama, dengan tujuan untuk menutupi kondisi ekonomi dan keuangan Americanas yang sebenarnya.

Menurut mereka yang bertanggung jawab atas penyelidikan tersebut, penipuan tersebut memungkinkan terjadinya peningkatan indeks keuangan perusahaan secara artifisial, menyamarkan utang sebenarnya dan menampilkan gambaran yang menyimpang tentang kesehatan keuangan perusahaan kepada pasar.

Investigasi dibagi menjadi dua fokus utama. Yang pertama membahas “risiko yang ditarik”, sebuah model operasi di mana bank memberikan nilai lebih kepada pemasok. Investigasi bertujuan untuk menentukan apakah sebagian dari transaksi ini diperhitungkan untuk mengurangi persepsi utang Americanas secara ilusi.

Fokus investigasi kedua adalah pada “dana periklanan kooperatif” (VPC). Menurut Polisi Federal, terdapat bukti bahwa sebagian dari jumlah yang dicatat dalam klasifikasi ini sesuai dengan insentif komersial tanpa dasar ekonomi yang konkret, yang akan membantu pembuatan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami pengecer.

Selain itu, penyelidikan memverifikasi apakah inflasi buatan pada hasil keuangan membawa manfaat bagi manajer perusahaan, yang memiliki remunerasi variabel terkait dengan kinerja perusahaan, dan juga bagi investor yang melakukan negosiasi saham selama periode dugaan penyimpangan.

Orang-orang yang diselidiki, secara teori, diduga melakukan kejahatan manipulasi pasar dan asosiasi kriminal. Polisi Federal menekankan bahwa kejahatan lain mungkin terungkap seiring kemajuan penyelidikan.

Lihat Juga