Berita Terbaru (ID)

Konferensi pra-semifinal antara Prancis vs Maroko memanas dengan protes jurnalis dan perselisihan dengan Deschamps

Deschamps
Foto: Deschamps - X.com/ França
Bagikan

Ketegangan antara tim Prancis dan Maroko terlihat intens di ruang pers di stadion Boston Rabu ini. Usai konferensi pers pelatih Didier Deschamps, wartawan Maroko menyatakan ketidakpuasannya karena tidak sempat mengajukan pertanyaan kepada pelatih. Sebuah diskusi singkat dilakukan sebelum kembalinya pemain Prancis itu, yang, yang terlihat tidak nyaman, setuju untuk menjawab satu pertanyaan lagi, menyoroti intensitas persaingan tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan.

Pelatih Didier Deschamps dipanggil kembali untuk menanggapi pers

Sesuai protokol FIFA, Deschamps sempat berbicara kepada pers selama kurang lebih 20 menit. Acara tersebut berlangsung di venue semifinal, yang dijadwalkan pada hari Kamis, pukul 17.00 (waktu Brasília). Namun, tim penasihat Federasi Sepak Bola Prancis lebih memprioritaskan pemain profesional dari negaranya sendiri. Setelah ditanyai dalam bahasa Spanyol dan Inggris, sesi ditutup, sehingga memicu demonstrasi oleh jurnalis Maroko.

Awalnya bingung dengan keadaan, teknisi tersebut bangkit untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, dia melanjutkan posisinya untuk membenarkan interupsi tersebut. “Saya minta maaf, tapi perjalanan saya kembali (ke hotel) masih panjang, saya perlu makan siang bersama atlet saya, mengatur latihan,” jelasnya. “Saya berangkat pagi-pagi sekali dan saya punya komitmen. Berapa banyak dari Anda yang hadir? Kalau lima puluh orang angkat tangan, saya tidak bisa menjawab semua lima puluh pertanyaan. Tapi, oke, tanyakan satu lagi…”, tambahnya.

Usai kejadian tersebut, seorang jurnalis Maroko bertanya kepada pelatih tentang relaksasi yang dirasakan tim Prancis. Pertanyaan tersebut merujuk pada video yang diposting di media sosial yang memperlihatkan tim dalam suasana santai selama latihan. Deschamps dengan cepat membantah sindiran tersebut: “Saya tidak tahu apakah Anda mencoba mengatakan bahwa kami sedang dalam suasana pesta. Itu tidak benar. Kami menghormati tim Maroko, tetapi hanya ada satu tempat di semifinal untuk kedua tim. Kami tidak akan merilis gambar pemain kami menangis, meskipun saya membayangkan beberapa dari mereka akan menangis. Sama seperti Maroko juga tidak akan melakukan itu… Kami tidak ingin tidak menghormati siapa pun,” katanya.

Perebutan tempat di semifinal Piala Dunia antara Prancis dan Maroko akan dimulai Kamis ini. Pertandingan dijadwalkan pukul 17.00 (waktu Brasília), di Stadion Boston. Tim klasifikasi akan melaju ke semifinal di Dallas, pada hari Selasa, pukul 4 sore, di mana mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Spanyol dan Belgia.

Bagikan

Berita lainnya di Berita Terbaru (ID)

Lihat lainnya