Sebuah penemuan luar biasa baru-baru ini terjadi di Taman Nasional Korazim Israel. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun menemukan batu berharga di daerah yang secara historis dikaitkan dengan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus, menurut catatan Perjanjian Baru.
Penemuan yang terjadi di dekat Laut Galilea itu secara resmi dirilis bulan ini oleh Otoritas Alam dan Taman Israel. Korazim terletak kira-kira dua mil di utara Kapernaum, sebuah desa nelayan kuno yang menjadi pusat pelayanan Yesus. Kehadiran sebuah barang mewah di suatu wilayah yang dikaitkan dengan tokoh yang mendakwahkan kesederhanaan memberikan gambaran menarik tentang keberagaman sosial pada masa itu, memperkaya pemahaman sejarah di luar perspektif agama yang dominan.
Ciri-ciri perhiasan kuno dan penanggalan sejarahnya
Gambar relik tersebut memperlihatkan ukurannya yang sederhana dan rona biru muda yang mencolok di tengahnya. Para arkeolog memperkirakan bahwa batu berharga tersebut berasal dari abad keenam setelah Masehi, yang menunjukkan kekunoan dan pentingnya sejarah.
Artefak tersebut digali oleh Alon Horowitz, seorang siswa di Sekolah Dasar Regional Ramat Korazim, yang terletak dekat Elifelet. Dia berpartisipasi dalam proyek penggalian komunitas, sebuah inisiatif yang melibatkan beberapa teman sekolah dalam pencarian jejak masa lalu.
Kisah mengharukan dari penemu muda Alon Horowitz
Alon menggambarkan momen penemuan itu dengan antusias. “Setelah tiga hari menggali, sekitar sepuluh menit tersisa sebelum kami menyelesaikan aktivitas, saya sedang menggali dengan sekop dan tiba-tiba saya melihat sesuatu yang berwarna biru, bulat dan tampak istimewa,” kata siswa tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Otoritas Alam dan Taman Israel. Dia menambahkan: “Saya mengambil benda itu dan menyerahkannya kepada arkeolog. Ketika saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang langka, saya merasa sangat bahagia dan bangga.”
Achia Kohn-Tavor, direktur yang bertanggung jawab atas penggalian di Korazim, membenarkan bahwa batu tersebut merupakan variasi batu akik yang tidak biasa. Permata ini dianggap sebagai barang mewah pada zaman Romawi dan Bizantium, sehingga meningkatkan nilai sejarah dan arkeologinya.
“Itu terletak di dalam kediaman yang makmur, yang menunjukkan bahwa itu milik anggota keluarga yang memiliki sumber daya keuangan,” jelas direktur tersebut kepada Fox News Digital. “Para ahli arkeologi percaya bahwa benda tersebut mungkin dimiliki oleh seorang pria atau wanita pada saat itu,” tambahnya.

